Sumenep, 21 Juli 2025 — Gelaran lomba HIMA 2025 di lingkungan Pondok Pesantren Mashlahtul Hidayah kembali membuka ruang lahirnya semangat, kreativitas, serta keberanian santri dalam mengekspresikan potensi terbaiknya. Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung sehingga bisa berjumpa kembali di malam grand final tanggal 27 Juli ini dipercayakan pelaksanaannya kepada masing-masing unit lembaga, mulai dari PAUD, RA, MI, MTs hingga MA.
Namun lebih dari sekadar ajang adu keterampilan, Koordinator Lomba 2025, Jazilatul Hujjah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan medium edukatif untuk menumbuhkan daya juang, memperkuat karakter, serta membangun rasa percaya diri para peserta didik—tanpa menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya orientasi.
“Kegiatan ini bukan hanya soal menang, tetapi soal keberanian untuk tampil, berproses, dan bertumbuh. Kalau bukan di lembaga ini, lalu di mana lagi kita akan belajar dan ditempa?” ungkapnya
Sebagai Koordinator Lomba HIMA 2025, Jazilatul juga menekankan bahwa dukungan orang tua dan guru sangat diperlukan dalam menumbuhkan semangat peserta, tak hanya bagi mereka yang berani tampil, namun juga bagi anak-anak yang masih dalam proses membangun keberanian diri.
“Tolong jangan dibela kalau anak tidak ikut, tapi beri dukungan agar ia percaya diri. Karena dari situlah keberanian tumbuh,” pesannya dengan nada reflektif.
Dalam penyampaiannya, Jazilatul Hujjah turut mengangkat sosok Najwa Shihab sebagai ilustrasi nyata bahwa kesuksesan bukanlah hasil instan, melainkan buah dari rangkaian proses panjang yang konsisten.
“Tidak ada ceritanya Najwa Shihab lahir langsung menjadi presenter hebat dan berwawasan luas. Ia melewati banyak proses, salah satunya lewat lembaga seperti ini. Maka lomba ini, walaupun sederhana, adalah satu langkah kecil menuju proses besar,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Jazilatul berharap seluruh elemen lembaga dan peserta dapat menyambut kegiatan ini dengan semangat dan partisipasi aktif, karena antusiasme santri adalah energi yang menghidupkan seluruh rangkaian kegiatan. [Lely]
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *
